Teknikkimia termasuk dalam ilmu teknik sehingga mahasiswa lulusannya secara otomatis bergelar S.T., ada beberapa bidang lapangan pekerjaan yang dianggap sesuai dengan lulusan teknik kimia, antara lain: 1. Energi. Industry energy ini meliputi industry perminyakan, industry pembangkit listrik dan lain-lain. Lapangan pekerjaan dalam bidang ini Reaksiyang terjadi pada tubuh kita seperti kehilangan selera makan, susah tidur, perasaan girang, gelisah, jantung berdebar lebih kencang, dan sedikit gagap bicara. Jika jatuh cinta adalah murni reaksi kimia sementara mabuk cinta tidak akan bertahan lama, lalu apa yang menyebabkan di luar sana banyak pasangan yang sukses melanjutkan BisaKimia, tambah dengan Fisika, Matematika, dan Biologi. Ya, karena MIPA memang selalu diawali dengan mata kuliah wajib fakultas, yaitu matematika dasar, fisika dasar, biologi. Jadi kalau niat masuk kimia untuk menghindari fisika, well, anda salah besar. Belajar kimianya sendiri lebih fokus setelah memasuki semester 3 atau 4. Entahkenapa, menurut gue Kimia punya alur pengerjaan (pemikiran) sendiri dan itu susah, tetapi MENARIK! Dan sekarang gue bingung buat nentuin gue mau masuk jurusan mana nanti. Ini ada sekedar artikel mengenai perbandingan Kimia MIPA dan Teknik Kimia (Gaulnya Chemical Engineering) yang ditulis oleh Antonius Suryatenggara yang gue ambil dari MAKALAHPROSES INDUSTRI KIMIA I "ACTIVATED CARBON" JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI MALANG. Anita Rahmawati. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF Package. This Paper. A short summary of this paper. 32 Full PDFs related to this paper. Read Paper. Download Download PDF. Download Full PDF Package. DaftarJurusan di Politeknik Lhokseumawe berikutnya yaitu mengenai beberapa jurusan yang ada di Fakultas Teknik Kimia. Pada dasarnya Teknik Kimia sangat berbeda dengan pendidikan kimia atau jurusan Kimia murni. Jurusan yang terdapat pada fakultas ini antara lain yakni S1 Teknologi Kimia Industri, D3 Teknik Kimia dan D3 Pengolahan Minyak dan Gas 2Jawaban.

Halo Ghifari!

Sebetulnya sulit atau mudahnya suatu jurusan itu relatif lho. Kalau di SMA kamu suka dan jago Kimia, kemungkinan kuliah di jurusan itu tidak terasa terlalu memberatkan. Beda dengan kalau kamu di SMA sudah kesulitan memahami materi Kimia ya kuliaiah di jurusan Kimia Murni akan terasa sangat sulit.

Kamu sendiri Yuk cari tahu ketika masuk SMA jurusan IPA belajar apa aja! Sebenarnya antara jurusan IPA dan IPS pembelajarannya sama saja. Pembedanya adalah di jurusan IPA banyak ditemukan pelajaran berhitung dan para siswa harus berpikir secara realistis. Sekolahprofesional mana yang paling sulit untuk dimasuki? 10 Sekolah Hukum Yang Paling Sulit Dimasuki Sekolah (nama) (negara bagian) Pelamar penuh waktu dan paruh waktu (musim gugur 2019) Peringkat Berita AS Universitas Michigan—Ann Arbor 5,629 9 (dasi) Universitas Texas—Austin 5.803 16 Universitas California Selatan (Gould) 5,648 18 (dasi) BedaJurusan Kimia Murni dan Teknik Kimia Berikut adalah apa yang akan di pelajari oleh mahasiswa jurusan kimia dan jurusan teknik kimia. Biasanya agak sulit mendapatkan posisi kerja yang bagus jika hanya dengan titel sarjana daripada dengan pelatihan yang spesifik dan pengalaman yang dikumpulkan selama kuliah master. txYO7bQ. Hallo Quipperian! Kali ini Quipper Blog bakalan kasih kamu referensi bidang studi kece yang bisa kamu ambil saat kuliah nanti, terutama buat kamu lulusan di bidang sains di SMA dulu, yaitu program studi Kimia. Dengan adanya perkembangan teknologi mutakhir yang terus berkembang dengan cepat, terjadi berbagai macam eksplorasi dan inovasi dari berbagai ruang lingkup termasuk di bidang kimia. Kebutuhan untuk memahami keilmuan semakin dalam sangatlah dibutuhkan. Dari bidang teknik saja terdapat berbagai istilah seperti bioteknologi, nanoteknologi, bioinformatika, elektrokimia, dan sebagainya. Di Indonesia, terdapat beberapa konsentrasi jurusan yang berhubungan dengan ilmu Kimia, antara lain Jurusan Teknik Kimia, Jurusan Kimia Murni, dan juga Jurusan Pendidikan Kimia. By the way, apa sih perbedaan dari ketiga jurusan tersebut. Untuk mengetahuinya, kita telisik aja yuk informasi berikut ini! 1. Konsentrasi disiplin ilmu Kamu tahu nggak sih, ketiga jurusan ini memiliki konsentrasi disiplin ilmu yang berbeda lho, guys! Teknik kimia merupakan cabang ilmu yang mempelajari rekayasa untuk menghasilkan sesuatu produk yang bisa digunakan untuk keperluan manusia dengan berlandaskan pengetahuan ilmu kimia. Sedangkan Kimia Murni atau yang kita kenal sebagai jurusan Kimia merupakan ilmu yang menyelidiki sifat dan struktur zat, dan juga interaksi antara materi-materi penyusun zat. Lalu, Pendidikan Kimia merupakan konsentrasi ilmu yang mempelajarinya dari sisi akademis, yaitu mengenai proses dan metode perihal cara mengajarkan ilmu Kimia kepada para peserta didik. 2. Fakultas yang berbeda Salah satu hal penting yang perlu kamu ketahui ketika ingin memilih jurusan di bangku kuliah adalah mengetahui fakultas dan juga struktur jurusan yang terdapat di dalamnya. Sehingga nantinya kamu nggak perlu repot ketika mencari berbagai informasi perihal jurusan, baik melalui website atau visit langsung ke kampus terkait. Meskipun disiplin ilmu yang diselenggarakan sama, namun jurusan ini berada di fakultas yang berbeda lho, Quipperian! Untuk Teknik Kimia sih udah pasti ada di bawah Fakultas untuk jurusan Kimia Murni umumnya berada di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FMIPA. Beberapa kampus memiliki nama yang berbeda, tapi konsentrasi keilmuan umumnya sama, yakni sains. Kalau Pendidikan Kimia, meski awalnya dimulai dari kata Pendidikan, tetapi jurusan ini tidak bernaung di bawah fakultas keguruan, melainkan sama dengan Kimia Murni di FMIPA. So, jangan sampai keliru dalam memilih jurusan ya, guys! 3. Kurikulum pembelajaran aplikatif dan eksploratif Dari sisi kurikulum, jurusan Pendidikan Kimia bersifat aplikatif, yang mana kamu akan menerapkan atau mengaplikasikan berbagai teori yang diajarkan pada profesi yang kamu geluti. Maksudnya, kamu tidak dituntut untuk mengembangkan zat baru, melainkan menerapkannya langsung pada sesuatu yang sudah ada agar menjadi sesuatu yang lebih berguna. Adapun ranah penerapannya adalah di sektor pendidikan sebagai pengajar ilmu kimia. Sementara kurikulum pembelajaran jurusan Kimia Murni bersifat eksploratif, Quipperian. Kamu akan diarahkan untuk bisa mengembangkan suatu proses kimiawi, mulai dari struktur, komposisi, sifat zat dari skala atom hingga molekul, serta reaksi yang terjadi antar zat tersebut. Simple-nya sih, kamu akan belajar meneliti dan melakukan riset ketika kuliah, guys! Menggabungkan kedua jenis pembelajaran tersebut, kurikulum yang berlaku pada jurusan Teknik Kimia bersifat aplikatif sekaligus eksploratif. Artinya, selain mengaplikasikan teori-teori yang sudah ada, kamu juga dituntut untuk mengembangkan proses kimiawi melalui penelitian dan riset. Makin lengkap bukan? Kamu dapat mengimplementasikan ilmu yang kamu peroleh di berbagai industri, seperti pertambangan, oil and gas, kesehatan dan makanan, kosmetik, dll. 4. Gelar pendidikan Apabila kamu menempuh studi di jurusan Teknik Kimia, kamu akan mendapatkan gelar Sarjana Teknik ketika lulus. Sedangkan jurusan Kimia, gelar pendidikan yang akan kamu dapat adalah Sarjana Sains dan juga Sarjana Pendidikan untuk jurusan Pendidikan Kimia. 5. Prospek karier Ngomongin prospek karier dari ketiga jurusan kece ini, ada banyak banget profesi yang bisa kamu jadikan referensi ketika lulus dari bangku kuliah. Buat kamu yang ingin mengambil jurusan Teknik Kimia, kamu bisa melanjutkan karier sebagai Teknisi Tambang, Minyak, dan Material, Pengendalian Produk dan Produksi, dan Pengendalian Mutu Produk dan Kesehatan. Untuk jurusan Kimia Murni, ada beberapa profesi yang prestige untuk digeluti, misalnya Peneliti dan Teknisi Kimia, Peneliti Bioteknologi, Teknisi Konservasi Lingkungan, dan Teknisi Laboratorium Klinis. Sedangkan Pendidikan Kimia, kamu bisa memilih profesi sebagai pengajar, seperti Guru atau Dosen, Trainer bagi para karyawan di sebuah perusahaan/pabrik, atau bahkan menjadi Entrepreneur yang membuat lembaga pelatihan bagi para profesional di bidang Kimia. Gimana, guys? Keren-keren banget, bukan? Belajar Teknik Kimia di Jurusan Teknik Kimia, Universitas Jenderal Achmad Yani Unjani So, kalau kamu sudah yakin untuk memilih jurusan Teknik Kimia, Unjani tentu menjadi tempat studi yang tepat nih untuk kamu! Dengan pengalamannya yang lebih dari 30 tahun dalam penyelenggaraan pendidikan di bidang teknik serta keunggulan dan prestasi yang sudah diakui secara nasional, kualitas kampus ini tentu nggak perlu dipertanyakan lagi, guys! Kampus ini menyediakan berbagai sarana belajar yang mumpuni, mulai dari tenaga pengajar profesional, fasilitas penunjang belajar yang terbarukan, hingga kurikulum pembelajaran inovatif yang pastinya akan menambah skills kamu untuk bisa diterapkan pada saat berkarier nanti. It’s such a great experience, right? Nah, cek informasi detailnya dulu yuk, biar makin yakin! Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di Program Studi Teknik Kimia, Kimia Murni Versus Pendidikan Kimia, Apa Bedanya, ya? Saat kita mendengar kata kimia dalam dunia perkuliahan, pasti yang ada dipikiran kita adalah jurusan kuliah program studi berikut Teknik Kimia, Kimia Murni, dan Pendidikan Kimia. Sayangnya, 3 program studi di bidang ilmu kimia ini sering dianggap sama, gaes. Trus, apa bedanya program studi Teknik Kimia, Kimia Murni, dengan Pendidikan Kimia? Cari tahu selengkapnya di bawah ini, yuk! 1. Pengertian dasar Well, kalau menurut saya, dari namanya saja kita sudah bisa lihat ada 1 perbedaan yang mencolok. Kalau, Kimia Murnia chemistry adalah ilmu yang menyelidiki sifat dan struktur zat, serta interaksi antara materi-materi penyusun zat. Anak Kimia Murni merancang produknya, memastikan kualitas bahan baku, melakukan uji coba, lalu merumuskan reaksi-reaksi yang terjadi dalam proses kimia-nya. Teknik kimia chemical engineering adalah ilmu yang mempelajari rekayasa untuk menghasilkan produk yang bisa digunakan untuk keperluan manusia. Lulusan Teknik Kimia merancang prosesnya, berurusan dengan sistem kerja mesin dan tahap-tahap produksi. Sedangkan, Pendidikan Kimia chemical education adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara mengajarkan ilmu kimia di sekolah. Kompetensi lulusannya adalah sebagai pengajar atau calon guru. Jadi, setelah kamu lulus bisa langsung melamar di sekolah-sekolah atau bimbel. 2. Aplikasi dan eksplorasi Dari sifatnya, belajar di program Teknik Kimia dan Pendidikan Kimia itu bersifat aplikasi penerapan pada bidang tertentu, gaes. Maksudnya seperti ini, kedua bidang ini nggak menuntut kamu untuk mengembangkan zat, struktur, atau reaksi baru. Tapi lebih ke mengaplikasikan atau menerapkan yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih berguna. Sementara, program studi Kimia Murni bersifat eksplorasi—which is kalau kamu kuliah di sini, kamu dituntut untuk melakuan kegiatan meneliti suatu proses kimiawi. Mulai dari struktur, komposisi, sifat zat dari skala atom hingga molekul, dan bagaimana reaksi-reaksi yang terjadi antar zat tersebut. 3. Porsi ilmu kimia Meski sama-sama mempelajari kimia, tapi ilmu kimia yang ada di ketiga program studi ini berbeda. Di program studi Kimia Murni, dari semester awal hingga akhir, kamu akan belajar ilmu kimia secara total dari A Z, bagaiamana aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, dan melakukan penemuan teori kimia yang baru. Ilmu eksak lain seperti fisika, matematika, dan biologi cuma berperan sebagai penunjang alias dipelajari dasar-dasar yang berkaitan dengan ilmu kimia-nya saja. Selain belajar ilmu kimia, di program studi Teknik Kimia, kamu akan mempelajari konsep fisika dan matematika, serta keteknikan elektro, keteknikan mesin, struktur bangun pabrik, dan sebagainya. Dengan kata lain, ilmu kimia dan keteknikan yang kamu pelajari di bangku kuliah akan kamu aplikasikan langsung dalam dunia industri. Sebenarnya, Pendidikan Kimia lebih erat hubungannya dengan Kimia Murni. Yang menjadi pembeda adalah di program studi ini kamu juga akan belajar pedagogik ilmu pendidikan—yaitu tentang tata cara melaksanakan keprofesian seorang Guru/Dosen yang nantinya akan dihubungkan pada pengajaran dan pendidikan ilmu kimia di sekolah atau perguruan tinggi. 4. Berada di fakultas yang berbeda! Fyi, meskipun sama-sama ada kimia-nya, fakultas yang menaungi ketiga program studi ini juga berbeda, lho, gaes. Kalau Teknik Kimia itu berada di bawah Fakultas Teknik. Kimia Murni termasuk dalam Fakultas MIPA Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Beberapa kampus ada yang menyebut Fakultas MIPA sebagai FSM alias Fakultas Sains dan Matematika. Sedangkan, untuk program studi Pendidikan Kimia berada di FIP Fakultas Ilmu Pendidikan atau FKIP Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan. 5. Gelar yang di dapat Yaps! Kalau Fakultasnya berbeda, gelar yang kamu dapat setelah lulus nanti sudah pasti akan berbeda. Kalau lulusan dari program studi Kimia Murni, kamu akan mendapatkan gelar alias Sarjana Sains. Kalau di program studi Kimia Teknik, kamu akan bergelar ST alias Sarjana Teknik. Sementara, alias Sarjana Pendidikan untuk kamu yang sudah lulus dari program studi Pendidikan. *** Jadi, gimana? Sudah paham, kan, apa bedanya Teknik Kimia, Kimia Murni, dan Pendidikan Kimia? Semoga bermanfaat, ya, gaes. Baca juga Cerita alumni SMK Dari SMK Analisis Kimia ke Teknologi Industri Pertanian, Dewi Anggiana Putri Cerita Alumni SMK Dari SMK Jurusan Analis Kimia ke Ekonomi Manajemen, M. Prima Maolana Cerita Alumni SMK Dari SMK Jurusan Analis Kimia ke Ilmu Komunikasi, Viensa Andjani Sumber gambar EdFunFact Bikin kesal deh... Lulus kuliah dari jurusan kimia murni, predikat Sarjana Sains akan tercantum di belakang namamu. Kimia murni berada di bawah fakultas MIPA, bersama sederet ilmu eksak lain seperti Fisika, Biologi, dan kata kimia, yang terbayang adalah mata kuliah yang sulit, banyak rumus, dan diktat kuliah setebal bantal. Mahasiswanya terlihat keren dibalut jas laboratorium berwarna putih, lengkap dengan masker dan sarung tangan. Layaknya ilmuwan di film-film, mereka sibuk di lab menyampurkan beberapa larutan meracik sekilas terlihat keren ya! Tapi tunggu dulu, mahasiswa atau lulusan kimia justru sering menerima pertanyaan salah paham seperti di bawah ini. Kamu pernah merasakan yang mana?1. Kamu bisa bikin bom gak? Mendengar berita pengeboman, kerabat atau saudara refleks bertanya, "Kamu di kampus diajarin bikin bom gak?". Ngaku, siapa yang pernah menerima pertanyaan ini?Mungkin pemahaman seperti ini muncul karena edukasi yang kurang tepat. Bom atau bahan peledak memang dibuat dari campuran bahan-bahan kimia. Apalagi di televisi sering muncul tayangan di laboratorium yang sampai menimbulkan ledakan atau salah memang, karena setiap mahasiswa atau lulusan kimia pasti tahu bagaimana cara membuat bahan peledak. Tapi bukan berarti kami berbakat jadi teroris ya! Itulah kenapa ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan budi pekerti yang Kalau meracik formalin atau boraks bisa? Nah, ini juga sama rasanya seperti nomor 1. Selain diduga belajar bikin bom, anak kimia kadang mendapat pertanyaan bisa meracik formalin atau boraks?Dua bahan pengawet ini sering disalahgunakan pada makanan. Padahal bisa menyebabkan reaksi berbahaya dalam metabolisme tubuh. Hasil pengawetan makanan dengan formalin atau boraks memang menguntungkan dari segi ekonomis. Tapi sangat buruk dampaknya bagi benar, formalin dan boraks adalah bahan kimia yang mudah dijumpai di laboratorium penelitian, terutama formalin. Tapi fungsinya bukan untuk mengawetkan, melainkan sebagai pelarut saat ekstraksi atau proses kalau ditanya bisa meracik formalin atau tidak, jawabannya bisa. Tapi bukan untuk disalahgunakan sebagai campuran bahan makanan. Jangan salah paham lagi ya. 3. Obat buat penyakit ini apa sih? Selain disangka jago bikin bom dan meracik boraks, anak kimia juga akrab dengan pertanyaan obat buat penyakit ini apa ya? Bisa meracik obat gak?Nama obat-obatan memang identik dengan istilah dalam kimia. Tapi bukan berarti kami, mahasiswa dan lulusan kimia, paham semua khasiat obat atau cara meraciknya. Dokter yang lebih paham menentukan obat sesuai kondisi pasien. Membuatkan resepnya lalu apoteker yang meracik sebelum diberikan pada kimia memang bisa membuat obat, tapi bukan di apotek. Melainkan di industri farmasi sebagai tim quality control atau RnD Research and Development. Mereka bertugas mengawasi proses pembuatan, mengusulkan formulasi baru, hingga menguji kualitas sebelum Nanti kerjanya di apotek ya? Nah, karena anggapan nomor 3, lulusan kimia sering dikira bisa bekerja di apotek. Memang bisa, tapi ada syaratnya. Gak asal masuk aja setelah lulus sebagai sarjana kimia. Harus mengikuti pendidikan khusus untuk mendapatkan itu STRA? STRA adalah Surat Tanda Registrasi Apoteker. Kalau sudah mendapat izin ini, barulah bisa bekerja di apotek sebagai asisten apoteker terlebih dahulu. Jadi, bukan berarti lulusan kimia gak mau kerja di apotek. Tapi memang ada tahap-tahap yang harus dilalui sebelum menjadi Kalau penelitian di laboratorium sampai keluar asap-asapnya gitu? Kalau anggapan yang satu ini sudah pasti korban film dan televisi. Kegiatan di laboratorium kimia digambarkan mengerikan. Muncul asap, buih dari cairan yang mendidih, dan tim peneliti yang beratribut lengkap. Apakah aslinya memang begitu?Kalau soal atribut, ya benar. Setiap beraktivitas di laboratorium, semua orang dianjurkan menggunakan atribut lengkap. Jas laborat, masker, sarung tangan, dan alas kaki yang tertutup. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kontak langsung dengan zat-zat kimia di tidak semua kegiatan penelitian di lab seperti yang divisualisasikan di televisi. Tidak selalu ada asap berbahaya atau perubahan warna yang mencolok. Banyak kok video penelitian yang bisa kamu tonton di YouTube agar lebih lima pertanyaan di atas, mana nih yang paling sering kamu ucapkan atau dengar? Semoga informasi di atas cukup membantu ya! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.